
Siapa bilang dengan modal 5 juta rupiah tidak bisa membuka usaha Digital Printing! Nyatanya, roda bisnis yang dijalankan Edy terus bergulir menuju puncak keemasan. Melalui sistem belajar praktis yang dikombinasikan dengan pengalaman yang dimiliki, akhirnya dua buah cabang yang bergerak dibidang digital copy & printing services resmi menjadi miliknya.
“Hijrah ke Jakarta dengan menaiki satu ekor kambing seharga Rp.25.000, tak menyurutkan niat saya untuk tetap bisa belajar dan berdikari pada waktu itu. Meskipun tidak merasakan bangku kuliah, saya tetap belajar secara otodidak. Yang pasti harus terus belajar, belajar dan banyak belajar. Sumbernya bisa dari pengalaman, berbagai macam jenis majalah, buku serta mengikuti berbagai seminar. Hal itulah yang membuat saya bisa seperti sekarang ini,” ujar pemuda asal Desa Jatipohon, Grobogan, Jawa Tengah ini.
Adalah Edy Subagiyo, pemilik Revo Print Shop yang berlokasi di 2 wilayah , Bintaro dan Fatmawati ini awalnya memang tidak menyangka, namun Ia tetap optimis bahwa bisnis yang ditekuninya akan mengalami perkembangan yang sangat pesat dan akan membuahkan hasil yang lebih dari cukup bagi kebutuhan hidup keluarga tercintanya. Meskipun modal yang dikucurkan tidak terlalu besar, namun keyakinannya ini membuahkan hasil yang optimal nampaknya.
“Berbicara tentang modal awal, memang banyak orang yang tidak percaya dan nampaknya susah diterima akal sehat. Melalui niat dan keseriusan serta analisa pasar, mungkin menjadi syarat keberhasilan sebuah usaha. Dengan uang cash Rp.5 juta ditambah dengan 1 buah printer dan 1 komputer menjadi peralatan sederhana untuk memulai usaha saya kala itu. Dari Rp.5 juta dibayarkan uang sewa untuk 2 bulan dan biaya renovasi, sisanya untuk membeli kertas dalam jumlah yang tidak banyak. Untuk mesin photo copy nya, saya sewa waktu itu,” papar Edy Subagiyo, Owner Revo Print Shop.
Sejak 3 Oktober 2005, Revo Print Shop yang berpusat di Bintaro Utama Raya, Gg. Masjid No.129 Bintaro Jaya Sektor 1 ini mampu bersaing dengan usaha sejenisnya hingga eksist sampai saat ini. “Revo diambil dari kata Revolusioner. Dalam hal ini, saya ingin merevolusi pola pikir saya pribadi dan kebanyakan orang yang selalu BEJ (Blame, Excuse, & Justify) yang akan menghambat kemajuan kita nantinya. Blame, membuat kita selalu cenderung menyalahkan lingkungan, orang di sekitar, negara bahkan presidennya sendiri. Excuse, akan membuat 1001 kali alasan untuk tidak melakukan apapun. Sedangkan Justify, akan selalu menghakimi diri sendiri dan membenarkan orang lain. Dan yang kedua ingin merubah tentang image photo copy yang seakan rendah / ecek-ecek. Namun, dengan visinya, yaitu menjadi perusahaan yang membanggakan dibidangnya, kita berusaha ingin mengubah image tersebut menjadi lebih bagus dan berkualitas,” ujar pria kelahiran 7 Februari 1977.
Berselang beberapa tahun, akhirnya cabang kedua Revo Print Shop yang berlokasi di RS. Fatmawati No.8, kembali dibuka untuk memberikan pelayanan sejenisnya, yaitu mencoba memenuhi kebutuhan pelanggan yang segmennya dari kalangan menengah namun mengenai kualitas tetap tidak kalah dengan kelas atas dibidang digital copy & printing services. “Dengan 4 mesin photo copy hitam putih, dua mesin photo copy warna, printer inkjet, printer laser kecil serta beberapa komputer yang dimiliki hingga saat ini, bisa menghadirkan rata-rata 60-80 pelanggan/harinya di masing-masing cabang. Bahkan, jumlah itu terus bertambah dari waktu ke waktu,” ungkapnya.
Masih menurutnya, “Bisnis utama kita memang bergerak di photo copy digital color maupun BW serta print color laser yang menggunakan XEROX DocuPrint C4350 dengan kecepatan 35ppm dan photo copy BW-nya menggunakan Mesin Digital Canon Image Runner Multifunction tercanggih dengan kecepatan 60 copy per menit. Di luar itu, kita juga mengerjakan pencetakan kop surat, amplop, cover buku, company profile, leaflet, poster, kalender, sticker, cover CD, text book, id card, stempel flash, pin, cetak brosur, kartu nama, berbagai macam jilid dan Cetak photo digital yang bisa ditunggu. Karena menggunakan teknologi printer, pengerjaan di kita jadi lebih cepat. Contoh, untuk pembuatan id card yang tinggal dicetak saja, hanya butuh 1-2 jam,” jelasnya.
Di tengah ketatnya persaingan pasar, Edy sang owner harus peka dalam segala hal yang berhubungan untuk kemajuan Revo Print Shop, salah satunya pemberlakuan harga bagi para customer loyalnya. ” Untuk photo copy kita menggunakan kertas Paper One 80 gram, per lembarnya hanya Rp.150,-. Sedangkan stempel flash tanpa bantalan hanya Rp.65.000. Dengan stempel ini, pelanggan tidak perlu membeli tinta & bantalannya lagi, karena sudah terisi tinta penuh, tinggal pakai. Harga ID card Rp.10.000 (minimal 5), jika lebih banyak jumlah pemesanannya bisa mencapai Rp.4.000, dengan kata lain, semakin banyak semakin murah. Untuk pin Rp.6.000 per itemnya. Untuk jenis stationary, responnya lumayan banyak,” ucapnya.
Berbagai strategi promosi unik juga diberlakukannya, salah satunya dengan discount di setiap layanan produknya, seperti harga print laser bw A4 cuma Rp.1000,- Sedangkan, untuk print di atas 50 lembar ( plus discount 25%) dan discount 50% untuk print di atas 100 lembar, bahkan gratis jika dokumen anda di copy lebih dari 15x. Tak hanya itu, beberapa waktu lalu, Revo Print Shop memberlakukan program yang sangat fantastis, yaitu dengan memberikan photo copy gratis sebanyak 50 lembar pertama kepada 50 orang pertama yang datang pada saat promosi tersebut selama 1 minggu berturut-turut pada bulan mei 2009 lalu . Alhasil, setelah program ini usai, jumlah customer yang datang lebih banyak lagi jumlahnya.
Dari segi fasilitas, Revo Print Shop pun tak kalah serunya. Adanya layanan Free Wireles Internet Access / Hot Spot tanpa password membuat customer menjadi lebih betah, berlama-lama di area ini.
Dengan memperkerjakan 11 orang di setiap cabangnya, Revo Print Shop hadir selama 24 jam yang terbagi dalam 3 shift, kecuali hari Jumat dan Sabtu, BUKA pukul 08.00 -18.00 wib. (indra)